aku dan dia..
Ngga banyak yg terjadi hari ini. Dimulai chat dengan orang yg pernah menjadi istimewa buat segala hal, yang membuat suatu kebiasaan dan anggapan-anggapan yg hampir ngga pernah aku dapat dari temen laen. Tetap dimulai dengan salam dan jawaban kaku, dimulai dengan "aku dan kamu" yang biasanya ngga pernah terucap. Mencoba menerima keadaan yang sudah berubah 180 derajat. Mencoba menghapus jejak dari seseorang yg pernah membuat hidupnya lebih berwarna. Tapi sikap ego masih melekat padanya. Mungkin satu hal yang ngga pernah berubah, selalu mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata, layaknya seorang pujangga.
Ya! dia keliatan seperti orang yg tabah dan menerima keadaan tapi menyembunyikan apa yang sedang dirasakannya. Walaupun aku ngga bisa melihat ekspresi dan raut wajahnya, semua itu terlihat dari kalimat yg terucap lewat keyboard-nya. Seakan aku orang sakti yang tau semua itu. Aku tau, semua masalah timbul karena hati dan perasaan yang ngga jelas. Semua diungkapkan ke permukaanku, supaya aku tau.. apa yang terjadi dengannya.
Banyak yang harusnya aku tulis di sini.. tapi itu ngga akan memperbaiki keadaannya agar selalu optimis, survive, dapat mempercayakan hidup dan kehidupannya pada orang lain. Tapi apa mungkin, dia ngga akan pernah mempercayai orang lain dalam hidupnya ? apa karena ini bagian dari masalah yang masih hangat di ingatan dan hatinya ? Only God Knows!
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.







Comments
No comments yet.
Leave a comment