Tak Ingin Ntah Sampai Kapan
Dingin malam tak lagi ku rasa
Semua indraku tak bisa terpejam
Hanya panas dan perihnya hati
Mendengar sayup bisikan celoteh
Sejoli kasmaran
Ku ingin terbiasa
tapi hati belum rela
Ku ingin ikhlas
Tapi hati tak pernah tegas
Ku ingin bintang dan titik cahayanya
Malam dengan gelap dan dinginnya
Menemaniku sejenak malam ini

Berandai-andai..
Tentang kebahagiaan dan nikmatnya hidup
Mencoba melupakan sejenak yang terjadi
Menata lagi puing-puing semangatku
Tuk lintasi sisa waktuku
Tuk bahagiakan hatiku
Tuk bahagiakan semua orang tanpa siksa batinku
Tuk menyimpan semua bayang di relung hati terdalam
Tuk bisa buktikan aku masih bisa tersenyum
Walau separuh jiwaku menghilang
Jauh di hatiku
Aku tak ingin membenci
Mendendam
Emosi tiada kendali
Tak ingin merasa dikhianati
Tak ingin merasa kehilangan
Tak ingin merasa memiliki
Tak ingin merasa separuh jiwa dicuri
Tapi aku masih kalah dengan akalku
Kalah dengan tipu dayanya
Ku tak bisa melakukan semuanya
Walau hanya untuk bersabar
Dan berusaha tegar
Batinku jauh dari ikhlas
Aku selalu berusaha bahagia
di atas penderitaanku sendiri
Bahagia untukku dan untuknya
Ntah sampai kapan
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.







Comments
No comments yet.
Leave a comment