Kalau boleh tahu, seumur hidup Anda, sejak kapan dan sampai kapan Anda belajar bahasa Asing? Bahasa Inggris mungkin? Atau bahasa lainnya? Co...
Ini Dia Penyebab Belajar Bahasa Arab dan Bahasa Asing Lainnya jadi Sulit (Hari Ke-2)

Ini Dia Penyebab Belajar Bahasa Arab dan Bahasa Asing Lainnya jadi Sulit (Hari Ke-2)

Kalau boleh tahu, seumur hidup Anda, sejak kapan dan sampai kapan Anda belajar bahasa Asing? Bahasa Inggris mungkin? Atau bahasa lainnya?

Coba kita ingat-ingat lagi. Belajar bahasa Inggris, misalnya. Saya ingat, sebagai anak generasi kelahiran 92 saya mengenyam pelajaran bahasa Inggris mulai kelas 4 SD. Tahukah, Anda? Sejak kelas 4 SD itu sampai hampir lulus kuliah 2015 saya tidak bisa-bisa bahasa Inggris juga. Bebal banget kah? Padahal, saya termasuk penggila pelajaran bahasa Asing. hehe.

Hal ini yang selalu terngiang-ngiang dalam benak saya. Kenapa hal seperti itu bisa terjadi? Kebayang ya, dari SD sampai Kuliah ada pelajaran bahasa Inggris lho, tapi sampai sarjana dan diwisuda pun, kita nggak bisa juga bahasa Inggris. Jujur aja deh, bahkan tidak sedikit kan yang menggunkana  jasa penerjemah ke bahasa Inggris untuk abstrak skripsinya. Untuk yang terakhir (baca: pakai jasa penerjemah) ini saya tidak pakai ya. hehe. Saya sudah mulai sadar bahwa saya harus bisa buat sendiri.

Tapi memang belajar bahasa asing di Indonesia itu sepertinya sulit sekali. Bahkan kalau guru bahasa asing masuk ruangan kelas tak sedikit siswa mengeluh, malas-malasan. Paling-paling siswa lima besar di kelas saja yang bisa dan tampil dengan performa terbaik dan tentunya jadi anak emas guru. Akhirnya siswa yang anak emas guru ini jadi sumber contekan kawan-kawan sekelasnya.

Coba renungkan! Sebegitu sulitkah bahasa Inggris? Bahasa Asing? Saya tidak ingin membahas bahasa Arab dulu ya. Sebab bahasa Inggris yang dari SD sampai kuliah saja sesulit itu, bagaimana dengan bahasa Arab yang baru dipelajari mungkin pas masuk madrasah tsanawiyah karena sebelumya belajar SD umum atau lebih jauh misalnya dari SMP umum masuk madrasah aliyah, atau yang dari SMA umum masuk kuliah nyasar di jurusan Bahasa dan Sastra Arab? Hayo hayo hayo!

Sebenarnya diperlukan berapa banyak guru bahasa asing supaya bisa berbahasa asing sih?

Ups! Tenang-tenang. hehe. Tidak sampai segitunya juga keles.
Sebenarnya masalahnya bukan di situ sih. Jumlah guru memang berpengaruh ketika tidak memadai, tapi sebanyak apapun gurunya kalau tidak membangun mindset belajar bahasa asing yang lebih fresh, hasilnya akan begitu-begitu saja lah. Berdasarkan apa yang saya alami, berikut ini masalah yang menyebabkan belajar bahasa asing itu sulit:

Belajar Bahasa Arab


Ini Dia Penyebab Belajar Bahasa Arab dan Bahasa Asing Lainnya jadi Sulit


Motivasi yang lemah dan Mindset yang Salah.

Kalau sudah bahas motivasi, tentunya ada faktor internal dan eksternalnya nih. Yuk kita bahas satu-satu!

Motoivasi internal


Motivasi ini muncul dalam diri. Misalnya rasa suka terhadap bahasa asing. Siswa yang seperti ini biasanya memang punya kecenderungan minat di bidang bahasa. Jadi belajar bahasa apa saja baginya menyenangkan. Ada kan, anak seperti ini? Kalau sudah belajar bahasa paling antusias dan paling menonjol.

Ada juga siswa yang secara internal dirinya tidak tertarik sama sekali dengan bahasa asing. Biasanya karena merasa tidak ada gunanya juga bahasa asing dipakai di Indonesia. Buktinya percakapan sehari-harinya saja tetap pakai bahasa Indonesia. Bahkan guru bahasa asingnya saja tidak pernah tuh ngobrol dengan siswa pakai bahasa asing. Guru matematikanya tidak menyampaikan materi dengan bahasa Inggris, tidak juga Arab atau Prancis. Semuanya baik-baik saja kalau tidak bisa berbahasa asing.

Motivasi Eksternal

Sedangkan motivasi eksternal bisa meliputi faktor guru dan lingkungannya.

1) Faktor Guru

Guru bisa menjadi penyebab siswa yang asalnya tidak suka bahasa asing jadi suka bahasa asing. Karena dorongan dan dukungan yang tepat itu bisa saja terjadi. Tentunya juga berlaku sebaliknya. Kebayang ketika belajar bahasa asing rumit seperti belajar matematika, mislanya. Apakah tidak membuat siswa yang sebelumnya memiliki motivasi yang kuat untuk belajar bahasa asing jadi melemah?

2) Faktor Lingkungan

Coba kita lihat sekolah yang menegaskan kebijakan berbahasa asing, seperti pondok pesantren Gontor misalnya. Setiap warga pondok pesantren diwajibkan berbahasa asing Arab dan Inggris dalam aktivitas kesahariannya. Kira-kira selemah-lemahnya daya ingat dan kecerdasan siswa, dia pasti tetap mampu saja berbicara bahasa asing, kan? Itu dia pentingnya faktor lingkungan.

Contoh lainnya bisa kita lihat juga Kampung Inggris Pare. Karena lingkungannya di sana adalah belajar berbahasa dan berkomunikasi, maka banyak pembelajaran  bahasa asing di sana berhasil. Salah satu alumninya saya. hehe. Meskipun saya tidak hafal grammar, alhamdulillah kalau diajak ngobrol dengan bahasa Inggris saya bisa. Kerennya lagi, sebab lingkungan bahasa yang baik di sana,  saya dapat berakselerasi dan bisa berbicara dengan bahasa Inggris hanya dalam kurun waktu 2 bulan.

Nah, coba kita lihat lagi di sekolah tempat kita mengajar bahasa asing, baik bahasa Arab atau bahasa asing lainnya. Benar gak alasan lingkungan menjadi faktor berhasil atau tidaknya penguasaan bahasa asing siswa?

Lalu bagaiman mengatasi masalah ini?


Bangun Mindset Baru yang Lebih Fresh!

Apa mindsetnya?

Belajar bahasa untuk bisa, bukan dapat predikat angka!
Belajar bahasa untuk kita berkomunikasi dengan masyarakat dunia!
Belajar bahasa untuk kita bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk seluruh dunia!

Ini yang harus benar-benar kita tanamkan kepada diri kita dan lingkungan sekolah kita. Selain itu, fitrahnya belajar berbahasa bukan dengan tulisan dan bacaan duluan, tapi mendengar, menyaksikan dan menirukan terlebih dahulu.

Kita sebagai guru harus pandai menjual dengan cara yang menarik dan kreatif, bukan memaksa orang untuk membeli. Maksudnya kita buat belajar itu menyenangkan, ngangenin. Bukan menyeramkan dan gurunya dimusuhi tapi mau tidak mau orang harus ikut apa kata guru.

Seiring terbentuknya mindset yang baik, otomatis lingkungan pun akan terbentuk. Ketika sebelumnya siswa malu dan takut salah dalam berbicara dengan bahasa asing, sekarang tidak takut lagi karena bapak-ibu gurunya saja praktek berbicara dengan bahasa asing. Tidak takut salah lagi ketika bertegur sapa dengan kawan karena bapak-ibu guru ketika saling bertegur sapa juga menggunakan bahasa asing. Coba aja kalau disapa dengan bahasa asing malah jawabannya dengan bahasa lokal, ya akan dapat masalah. Hehe.  Akhirnya karena lingkungannya sudah baik, setiap siswa akan termotivasi untuk bisa berbahasa asing. Tidak lagi dengan motivasi supaya nilai tinggi.

Itu tadi pembahasan tentang Penyebab Belajar Bahasa Arab dan Bahasa Asing Lainnya jadi sulit. Jika ada yang ingin dikoreksi atau disampaikanari kita bisa sharing dan diskusi lewat lewat kolom komentar ya. Dan ujung-ujungnya .....

Guru yang berperan penting dalam menjadikan siswa senang dengan pelajaran bahasa asing. hehe.

O iya, postingan ini juga saya ikutkan dalam Tantangan 40 Hari Menulis. Sekarang Hari Ke-2.
Semoga postingan kali ini bisa memberi manfaat untuk Anda yang membacanya. Terima kasih!



Baca selengkapnya »
Video Dialog Perkenalan Bahasa Arab yang Bisa Dijadikan Referensi dalam Pembelajaran di Kelas - (Hari Ke-1)

Video Dialog Perkenalan Bahasa Arab yang Bisa Dijadikan Referensi dalam Pembelajaran di Kelas - (Hari Ke-1)

Bagaimana perkenalan bahasa Arab yang baik dan benar?

Apa yang ada dalam benak Anda ketika mendengar pertanyaan itu? Kalau saya bereaksinya gini:
Aih, ada juga ya cara berkenalan yang baik dan benar? Kalau salah gimana? Jadi ngeri juga deh kalau nanti pas haji atau umroh ternyata salah ngomong, duuh.Bakalan diprotes gak ya? Ngeri ah. Hehe.
Kebayang ya, betapa mindset kita belajar bahasa selalu terpaku pada benar-salah, padahal selain benar salah ada tahapan belajar yang kita jalani secara alami yaitu belum bisa-sudah bisa. Bagaiaman menurut Anda?

Logikanya gini:

Anda lebih suka yang mana diantara kedua kemungkinan dalam kondisi berikut ini?
Anda di dalam kelas dan diminta maju ke depan teman sekelas lalu diminta berbicara dengan bahasa Arab. 
  1. Kemungkinan pertama yaitu praktik berbicara Anda disalahkan atau dibenarkan. "Kamu salah, harusnya begini", "Apa? Kamu bilang apa tadi? Masa kamu nggak tahu artinya?"
  2. Kemungkinan kedua yaitu ketika Anda belum bisa guru Anda menuntun, kawan-kawan antusias mendukung dan menyemangati sampai Anda berhasil melaluinya dan ketika Anda berhasil melaluinya Anda mendapatkan ucapan "selamat Anda bisa, nanti kita coba lagi ya, tadi ada sedikit yang perlu dikoreksi sih, tapi yang terpenting kamu bisa dan berani. Selanjutnya kamu bisa lebih baik dari ini!"

Saya yakin Anda lebih suka mendapatkan perlakuan yang kedua. Seandainya Anda mengetahui bahwa ketika diminta maju dan praktik Anda akan mendapatkan perlakuan yang pertama, apa yang akan Anda lakukan? Menolak maju? Takut?

Nah itu dia penyebabnya kenapa belajar bahasa Arab jadi sulit bagi peserta didik kita. Kita terlalu sibuk pada penilaian benar-salah, alih-alih berusaha supaya anak-anak yang belum bisa menjadi bisa. Maju dan praktik bahasa Arab menjadi momok menakutkan, bukan?

Tujuan belajar bahasa adalah untuk berkomunikasi. Maka benar dan salah dari penggunaan bahasa yang baru dipelajari bukalah cara penilaian yang tepat. Apalagi kalau sudah dikaitkan dengan segi benar tidaknya ucapan atau kaidah nahwiyah dan shorfiyahnya. Mestinya ketika pembelajaran lebih kepada dimengerti atau tidaknya ucapannya. Kembali ke prinsip pembelajaran bahasa yang saya sampaikan di postingan saya sebelumnya ( Formula Belajar Bahasa Arab yang Mudah, Memahamkan dan Menyenangkan), maka video yang saya kumpulkan sebagai referensi ini lebih mengutamakan agar bapak-ibu guru mengupayakan peserta didik kita dapat mempraktikkannya dan bisa menerapkannya dengan baik sesuai dengan konteksnya.


Video Dialog Perkenalan Bahasa Arab yang Bisa Dijadikan Referensi dalam Pembelajaran di Kelas

Video #1

Video #2

Video #3


Hmm. Mungkin karena keterbatasan saya dalam mencari referensi yang lebih banyak lagi, kata kunci perkenalan diri dalam bahasa Arab yang saya gunakan tidak banyak mereferensikan video yang relevan sesuai yang saya harapkan kecuali pada tiga video diatas. Disatu sisi memang miris, pengguna bahasa Arab aslinya tidak begitu banyak mengupload konten terkait bahasa Arab. Tapi di sisi lain, ini adalah peluang buat para Youtuber dan Guru Bahasa Arab untuk membuat konten yang relevan.

Kembali ke pembahasan Video Dialog Perkenalan Bahasa Arab yang Bisa Dijadikan Referensi dalam Pembelajaran Kelas

Sebelum pembelajaran dimulai, kita bisa menginformasikan terlebih dahulu apa saja ungkapan yang biasanya digunakan ketika hendak berkenalan. Dimulai dari ungkapan sapaan, menanyai kabar, nama, tempat asal, pekerjaan, ungkapan senang sudah berkenalan dan ungkapan perpisahan. Setelah itu peserta didik diajak untuk mengamati percakapan dalam video dan kita bantu memahami konsepnya.

Untuk lebih detil pembahasannya terkait pembelajaran K-13, saya sudah mengulasnya di postingan saya sebelumnya. (Baca Juga: Materi Bahasa Arab Perkenalan (Dialog) - Model Pembelajaran Inquiry Learning)

Nah, itu tadi adalah 3 video yang bisa Anda jadikan referensi untuk media pembelajaran Bahasa Arab di kelas. Tapi, saran saya sebagai guru bahasa Arab, kita perlu membuat konten serupa yang lebih baik versi kita. Karena ya itu, ketika saya mencari dengan kata kunci Arab, yang muncul adalah orang Arab membuat Video perkenalan bahasa Inggris. Jadi, siapa lagi yang bisa memberikan konten yang dibutuhkan kalau bukan kita, iya Anda juga yang berkecimpung dalam pendidikan Bahasa Arab.

Semoga postingan ini bermanfaat untuk Anda ya! Kalau iya, monggo klik share, bagikan ke kawan-kawan guru Bahasa Arab se-Indonesia. hehe.

Postingan ini saya buat juga sebagai komitmen saya untuk melaksnakan Tantangan 40 Hari Menulis. Ini hari ke-1. Mohon doanya dan dukungannya ya supaya bisa menyelesaikan tantangan ini sampain tuntas dan maksimal. Buat Anda yang juga ingin ikutan tantangan, silahkan klik Banner di sidebar saya ini ya.

Terima kasih!

 
Baca selengkapnya »
Tantangan 40 Hari Menulis, Berani?

Tantangan 40 Hari Menulis, Berani?

Saya terinspirasi dari buku Habists milik Koh Felix Siaw yang menerangkan bahwa kebiasaan itu terbentuk dalam jangka waktu 40 hari. Ketika kita berhasil membiasakan suatu aktivitas dalam 40 hari tanpa jeda, maka ia akan menjelma menjadi sebuah kebiasaan. Entah itu kebiasaan baik atau kebiasaan buruk. Di buku itu juga dijelaskan bahwa orang-orang sukses itu sebagian besarnya memiliki habits atau kebiasaan yang rutin tanpa henti. That's why, kadang kita bertanya-tanya ketika melihat orang sukses di sekitar kita dengan pertanyaan "Apa ya amalannya (amalan rutinnya)?". Karena sebenarnya tanpa sadar, kita sudah mengakui, orang sukses pasti punya kebiasaan. Kebiasaan sukses dan membiasakannya dengan sabar, fokus tanpa jeda, tanpa henti. Bahasa Taqwanya adalah Istiqomah.

Nah, sebagai orang yang ingin sukses dalam berkarya, saya ingin sekali membiasakan menulis setiap hari. Oleh karena itu, saya mengajak Anda sekalian yang juga ingin sukses berkarya untuk ikutan Tantangan 40 Hari Menulis ini. Tujuannya supaya kita memiliki kebiasaan sukses yaitu menulis. Harapannya, setelah kita lulus 40 hari menjalankan tantangan ini, kita semua menjadi seorang penulis yang baik. Entah sebagai penulis blog, artikel di media massa mainstream atau penulis buku.

Hujjatul Islam Al Imam Ghozali pernah berkata: 
"Kalu kau bukan seorang anak raja dan juga bukan anak ulama besar, jadilah penulis!"

Sekilas artinya simpel ya. Tapi maknanya sangatlah dalam, bahwa dengan menulis kita dapat berperan besar dalam perubahan. Dan sejarah juga mengakui bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di dunia ini berkat peran tangan-tangan pemikir yang menulis. Ilmu modern saat ini pun, berkembang dan semakin maju sebab ilmuwannya menulis. Betapa dengan menulis, perubahan dunia bergerak maju. Dengan menulis, sejarah terekam.

Ketika usia kita tidak cukup panjang untuk mendidik generasi kita sampai seratus tahun ke depan, tulisan kita bisa menyentuh relung pikiran dan sanubari mereka. Dari sanalah pendidikan kita berlangsung.
 Baik, siapa yang siap ikutan?

Saya sampaikan aturannya ya!

Aturan Ikut Tantangan 40 Hari Menulis

  1. Bergabung menjadi anggota grup Facebook Forum Diskusi Guru Blogger - https://www.facebook.com/groups/217063729593561 dan Grup Whatsapp https://chat.whatsapp.com/Jnu2b8IAGidDekFZ1PO6MC .
  2. Kemudian ketikkan alamat blog Anda di kolom komentar dibawah.
  3. Memasang banner gambar Tantangan di bahwah ini pada sidebar blog Anda dan menyisipkan link ke postingan ini.
  4. Share Postingan ini ke teman-teman Anda bisa di WA atau Facebook.
  5. Mulailah menulis!

Aturan Kepenulisan Tantangan 40 Hari Menulis

  1. Tema Bebas, sebaiknya terfokus pada tema keahlian Anda.
  2. Judul Postingan harus menyisipkan Hari Ke-1,  dst. (contoh: Soal Latihan Bahasa Arab Kelas X Bahasa dan Sastra Arab KD 3.2 dan 4.2 (Hari Ke-1))
  3. Isi postingan minimal 500 kata.
  4. Menyisipkan kalimat Tantangan 40 Hari Menulis yang didalamnya tersemat link ke postingan ini di dalam postingan Anda.
Nah dengan menjalankan aturan diatas, Anda sudah resmi menjadi peserta Tantangan 40 Hari Menulis!



Ada Reward and Punishment?

Saat ini saya belum memikirkan itu sih. Namun, kalau di dalam buku Habits, kita perlu menerapkan itu untuk memacu diri kita supaya tetap istiqomah. Jadi kita buat semacam self rewarding dan self punishing gitu.

Aturannya  begini,
  1. Apresiasi setiap pencapaian Anda. Misalnya, Anda sudah mengikuti tantangan ini dan memasuki hari ke-10. Berikan apresisasi pada diri Anda dengan misalnya membeli makanan enak karena sudah berhasil. Atau Anda merayakannya dengan membuat pesta kecil syukuran di rumah.
  2. Hukum diri Anda ketika tidak konsisten dengan tantangan ini, misalnya dengan membatasi diri melakukan kesukaan, atau dengan push up 10 kali dan memaksa diri untuk menulis 1 postingan lagi sebagai kompensasi.
Kedua cara ini efektif untuk melatih diri lebih disiplin lagi. Bismillah!


Berikut ini gambar Banner yang harus Anda pasang di Sidebar Blog Anda:


Cara pasangnya:

1. Salin kode HTML berikut ini 
<a href="http://www.fahri.web.id/2020/04/Tantangan-40-Hari-Menulis-Anda-Berani.html"><img src="smiley.gif" alt="40 Hari Tantangan Menulis" height="320" width="320"></a>
2. Langka berikutnya: Kalau Anda pakai platform blogger, bisa masuk dashboard > tata letak > Tambah Widget > HTML > Paste di sini.

NB: bagian kode HTML height="320" width="320" bisa diatur sesuai ukuran proporsional blog Anda ya.

Selamat berkarya!
Selamat Menulis!
Baca selengkapnya »
Monetisasi Blog, Kerja Sampingan Bapak-Ibu Guru dengan Potensi Income yang WOW!

Monetisasi Blog, Kerja Sampingan Bapak-Ibu Guru dengan Potensi Income yang WOW!


Kalau dengan istilah blog, saya yakin Bapak-Ibu Guru sudah tidak asing dong ya. Bahkan saya rasa kalau Anda tidak punya blog sama sekali, kayaknya aneh deh. Hehe. Secara dari dulu waktu kuliah, kita sudah dikenalkan dengan yang namanya blog.

Kalau monetisasi blog ya mungkin sajalah kalau rada asing di telinga. Hehe. Saya saja baru tahu. Nah pada artikel kali ini saya mau membahas soal monetisasi blog nih.

Tahukah Anda, bahwa dengan bermodalkan blog dan sedikit meluangkan waktu menceritakan pengalaman mengajar Anda dalam bentuk postingan, Anda bisa berpenghasilan 3 – 5 juta bahkan lebih lho per bulannya! Dan kerjanya cukup meluangkan waktu untuk menulis sedkitnya 2 atau 3 jam saja, bisa per minggu atau per bulan. Wow!

Mau punya penghasilan dari ngeblog? Nah, caranya adalah dengan monetisasi blog.

Baca Juga: (Cara Menampilkan File Doc di Postingan Blogspot - Terbaru 2020)

Apa itu monetisasi blog?

Sederhananya monetisasi blog adalah menjadikan blog kita bisa menghasilkan uang. Ya, betul. Jadi dengan ngeblog, nanti blog kita akan banyak yang mengunjungi karena artikelnya bermanfaat dan dibutuhkan orang, kemudian kita menyematkan iklan Google Adsense di bagian blog kita dan dari sanalah kita bisa menghasilkan uang.

Saat ini mulai bermunculan blog-blog guru yang kontennya sangat bervariasi dan bermanfaat. Para guru mulai menyadari bahwa aktivitas mengajarnya selain bermanfaat di sekolah untuk anak didiknya, ternyata juga bermanfaat untuk siapa saja di luar sana yang membutuhkan wawasan terkait aktivitas mengajar dan ilmu yang diajarkannya. Dengan mendokumentasikan pengalaman mengajar dan tips trik mengajarnya dalam bentuk karya tulis blog, secara otomatis seorang guru tersebut menebarkan manfaat tidak hanya kepada anak didiknya tapi ke semua orang yang membutuhkannya. Terlebih, blog yang sudah popular akan sangat menghasilkan ketika sudah dimonetisasi.

Hayooo, jadi kepikiran kan … Kayaknya Anda mulai berencana buat blog baru nih. Atau blog yang dulu sudah lama dilupakan jadi terkenang kembali hehe.

Bagi kita para guru, ngeblog menjadi salah satu kegiatan sampingan yang hasilnya cukup menjanjikan lho. Terlebih sekarang ini semuanya sudah serba digital, rasanya sangat disayangkan bila moment seperti ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Nah, pertanyaannya sekarang adalah bagaimanakah cara paling mudah mendapatkan uang dari blog dengan cara monetisasi?

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang cara menghasilkan uang untuk para guru melalui monetisasi blog, sebaiknya kita perlu menegaskan dulu alasan kita kenapa harus ngeblog dan memonetisasinya.

Alasan Guru Perlu Belajar Monetisasi Blog

Mengingat bahwa informasi tentang materi pembelajaran kita waktu disekolah juga dicari oleh para guru dan pelajar di penjuru Indonesia melalui Google Search engine, keberadaan guru blogger jadinya sangat dibutuhkan. Otomatis, konten di blog Anda bisa menjadi rujukan yang disarankan oleh Google lho. Maka tidak ada salahnya para guru memanfaatkan peluang tersebut untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah dari monetisasi blog. Selain kita jadi lebih produktif dalam menambah wawasan, tentunya uang pun mengalir hehe. Sambil menyelam minum air.

Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa guru perlu belajar monetisasi blog.
  1. Dengan belajar monetisasi blog kita jadi lebih kreatif. Kita menjadi terbiasa menulis apa saja seputar kegiatan sekolah, metode mengajar yang bisa dijadikan contoh bagi guru lainnya, jadi lebih bermanfaat.
  2. Belajar monetisasi blog menjadikan kita lebih mudah mengevaluasi diri, karena komentar yang disampaikan oleh para pembaca pada setiap tulisan kita bisa membuka pikiran baru. Dari situlah kita bisa meningkatkan kualitas kita, baik dari segi kepenulisan atau isi yang kita sampaikan. Intinya kita jadi orang yang selalu berkembang dan maju.
  3. Monetisasi Blog bagi para guru bisa menjadi pintu gerbang baru untuk bersosialisasi lebih luas dan menjadi lebih leluasa menyampaikan opini dan kontribusi dengan membagikan pemikiran dan pengalaman selama mengajar di kelas.

Lalu bagaimana cara monetisasi blog?

Setelah blog selesai dibuat, Anda bisa mengisi konten blog secara berkala setidaknya sampai 10 postingan pertama dan selanjutnya mendaftarkan blog ke Google Adsense. Google Adsense memerlukan waktu sekurang-kurangnya 2 minggu untuk meninjau kelayakan blog Anda. Selama masa peninjauan tersebut kita bisa menambah tulisan kita dan mengatur agar blog kita semakin baik.

Baca Juga (3 Tips Mengajar Menyenangkan dalam Kondisi Darurat Corona)

Tips Monetisasi Blog yang Baik

Meskipun menghasilkan uang dari monetisasi blog terlihat menggiurkan, ada yang perlu kita persiapkan sebelum memonetisasinya. Blog kita harus memenuhi ketentuan dan kriteria dari Google Adsense supaya lolos verifikasi. Nah, di bawah ini akan saya berikan tips monetisasi blog untuk kita yang masih pemula yang ingin mencari penghasilan selain kegiatan mengajar. Hehe.

  1. Pilihlah niche yang lebih spesifik untuk blog Anda dalam bidang pendidikan. Maksudnya, ketika kita membahas pendidikan saja, itu akan sangat luas cakupannya.  Anda bisa membuatnya lebih spesifik mislanya pendidikan SD, TK, PAUD, SMP, SMA, dan seterusnya atau konselingnya, atau membahas materi pelajaran yang Anda ampu itu lebih mudah. Spesifiknya konten menjadikan Anda mengulasnya lebih mendetil dan isinya jadi lebih kuat.
  2. Mungkin Anda kesulitan pada awalnya, bagaimana cara monetisasi blog sementara Anda masih harus mengajar di kelas juga. Sebenarnya untuk menjadi blogger sukses itu tidak butuh waktu lama untuk mengurusnya. Anda bisa membuat blog saat ada waktu luang sesudah tugas utama di kelas menjadi guru selesai. Hari Sabtu dan Minggu sebenarnya cukup untuk mengurusi blog. Tidak juga harus full seharian, cukup 2 atau 3 jam saja sehari di Sabtu dan Minggu itu. Konsisten dalam mengisi konten yang bermanfaat akan menjadi penilaian penting bagi Google Adsense untuk memutuskan blog kita lulus verifikasi.
  3. Disamping meluangkan waktu untuk menulis, tentunya kita perlu mempelajari istilah-istilah yang mendukung blog kita supaya maksimal menghasilkan dengan Google Adsense. Salah satunya adalah SEO (Search Engine Optimisation). Maksudnya blog kita harus disetting untuk mudah diakses oleh mesin pencari Google. Kenapa perlu, karena ketika blog kita SEO Friendly (mudah diindex oleh Google) maka peluang blog kita lebih banyak dikunjungi lebih besar. Cobalah luangkan waktu untuk mempelajari SEO ini.
  4. Menambah pengalaman dan memperbanyak praktek mengajar menjadi kebutuhan ketika Anda ingin memonetisasi blog. Sehingga setiap tulisan yang dipublikasikan adalah berdasarkan pengalaman nyata. Blog yang berisi tulisan dari pengalaman nyata biasanya lebih dipercaya dan populer di kalangan pembaca. Sehingga peluang untuk mendatangkan visitor lebih besar dan penghasilan Anda lewat monetisasi blog semakin meningkat.
Setelah Google Adsense menyetujui blog Anda, blog Anda dapat menampilkan iklan dari google yang relevan dengan konten blog Anda. Perhitungan bayaran iklan adalah per klik link iklan yang terdapat di blog Anda. Untuk pembahasan bagaimana cara mendaftarkan akun blog Anda ke Google Adsense akan saya bahas pada postingan selanjutnya ya. Agar Anda tidak ketinggalan postingan terbarunya, yuk follow twitter dan like facebook page saya yang tertera di sidebar kanan. Infonya akan saya beritahukan lewat jejaring tersebut.

Baiklah, itu tadi ulasan singkat saya untuk Anda tentang Monetisasi Blog. Setelah baca postingan ini Anda jadi tertarik untuk berpenghasilan sampingan dari monetisasi blog juga, kan? Yuk langsung action aja. Buat blog sekarang! Heheh. Untuk bagaimana caranya memulai, Anda bisa search wawasannya di Mbah Google. Hehe. Kalau dirasa postingan kali ini bermanfaat, yuk tebarkan manfaatnya dengan klik tombol share di bawah.

Terima kasih!

Baca Juga: Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik (Scientific Approach)


Baca selengkapnya »
[Download] Contoh RPP 1 Lembar Bahasa dan Sastra Arab Kelas X (Sepuluh) K-13 Revisi - Terbaru 2020

[Download] Contoh RPP 1 Lembar Bahasa dan Sastra Arab Kelas X (Sepuluh) K-13 Revisi - Terbaru 2020


RPP 1 Lembar ini merupakan sebuah gebrakan baru dalam dunia pendidikan Tanah Air yang cukup menyegarkan. Dimana sejak Menteri Nadiem memutuskan kebijakan Merdeka Belajar yang serta merta memunculkan RPP 1 Lembar ini, akhirnya setiap guru tidak lagi dipusingkan dengan administrasi RPP yang begitu banyak dan juga terkenal njlimet.

Ada baiknya dan ada juga kurangnya, memang. Kelemahan RPP lama adalah banyaknya poin yang harus dimuat dalam satu RPP. Karena saking banyaknya ini, banyak guru yang tidak maksimal dalam penyusunannya. Akan baik jika materi dalam RPP itu bisa diterapkan dengan maksimal oleh guru dalam kelas. Karena sistematiknya tertuang secara runtut, baik dari KI-KD, Tujuan, Skenario dalam kelas sampai penilaian.

Sedangkan RPP 1 Lembar menjadi solusi yang dinanti-nanti oleh guru. Karena praktisnya dan lebih cepat untuk digarap. Sehingga, guru dapat lebih fokus pada pengembangan metode mengajar, pembinaan dan penilaian hasil belajar peserta didik.

Nah, untuk Anda yang guru Bahasa Arab atau Bahasa dan Sastra Arab, ini saya membuat RPP 1 Lembar khas saya. hehe.

Referensinya saya ambil dari:


Anda bisa unduh file pdf nya di sini.

Ini dia tampilan RPP saya.




Download Contoh RPP 1 Lembar Bahasa dan Sastra Arab Kelas X (Sepuluh) K-13 Revisi - Terbaru 2020 - di sini



Baca selengkapnya »
Cara Menampilkan File Doc di Postingan Blogspot - Terbaru 2020

Cara Menampilkan File Doc di Postingan Blogspot - Terbaru 2020

Anda ingin menampilkan file dokumen di postingan Blog?

Sebagai blogger dengan pilihan niche guru bahasa Arab, salah satu konten yang ingin saya tampilkan adalah RPP atau materi pembelajaran yang saya buat. Nah, alhamdulillah saya sudah menemukan caranya nih. Berikut ini Cara Menampilkan File Doc di Postingan Blogspot.

Yang saya contohkan ini adalah file .docx. Anda juga bisa menampilkan Slide atau Excel dengan langkah ini.

Begini caranya:

1. Upload File yang ingin Anda tampilkan di Blog ke Drive (drive.google.com) dan set dokumennya menjadi dapat diakses berdasarkan link.


Klik Bagikan
Setelah klik link bagikan sebagaimana di atas, akan muncul pop up sebeagai berikut:

Klik Link Pojok kanan. Sebelum diklik, gambar rantai diatas tidak berwarna hijau.

Setelah melakukan dua tahap diatas di drive, kita lanjutkan ke tahapan berikutnya.

2. Akses doc.google.com, dan akan tampil seperti gambar di bawah:


Klik langsung dokumen yang ingin ditampilkan.
Lalu muncul:
Klik hanya lihat!


Sehingga masuk ke halaman dokumen seperti dibawah ini:

Lanjutkan klik titik tiga di pojok kanan atas.

Akan tampil opsi seperti di gambar, klik sematkan

Setelah Anda klik, maka akan tampil html seperti ini:

Copy kodenya.

3. Masuk ke halaman postingan blog Anda:


Klik HTML > Paste kodenya.
Kalau contoh yang saya buat, kodenya saya tempelkan di paling bawah postingan. Setelah dipaste bisa klik compose untuk lihat hasilnya ...

Seperti ini:


Kalau sudah oke, silahkan klik Publish/Publikasikan!


Hasilnya tampil seperti di bawah ini.


Baca selengkapnya »
Materi Bahasa Arab Perkenalan (Dialog) - Model Pembelajaran Inquiry Learning

Materi Bahasa Arab Perkenalan (Dialog) - Model Pembelajaran Inquiry Learning

Materi ini cocok untuk Anda terapkan dalam proses belajar Bahasa Arab kelas X - Bahasa dan Sastra Arab. Adapun KD yang dicapai adalah KD 3.1 dan KD 4.1.

Model pembelajaran yang dipakai adalah Inquiry Learning yakni siswa diajak untuk menyimak video contoh percakapan perkenalan berbahasa Arab, kemudian siswa diminta untuk mengategorikan setiap percakapan pada 5 kelompok: 1) Sapaan; 2) Perkenalan; 3) Permintaan Maaf; 4) Berterima kasih; 5) Perpisahan. Setelah itu siswa menyimpulkan bahwa cara menyapa, berkenalan, meminta maaf, berterima kasih dan berpisah sebagaimana yang ada dalam video.

Siswa selanjutnya diberi tugas untuk menyusun sendiri dialog percakapan perkenalan. Bisa berkelompok sepasang-sepasang. Lalu mempraktikkannya di depan teman sekelas.

Video Dialog Perkenalan #1




Video Dialog Perkenalan #2




Bagaimana proses penilaiannya?

Penlaian dapat dibagi menjadi latihan lisan dan tertulis.

Penilaian Tertulis dapat diberikan soal pilihan ganda, benar-salah atau ya-tidak. Tergantung KD dan indikator yang ingin dicapai baik C1-C6 (Taksonomi Bloom)

Sedangkan penilaian lisan dapat menggunakan rubrik dengan skala penilaian 1-4.
Aspek yang dinilai: a) kelancaran; b) mufrodat; c) kohesi antar-kalimat; d) Kesesuaian materi dengan konteks percakapan. Agar tidak menebak-nebak dalam penilaian, dapat dibuat kriterian berdasarkan skala 1-4.

Kelebihan proses belajar dengan model ini adalah siswa jadi lebih aktif dan lebih berani berinovasi untuk mengembangkan dialog perkenalan versi mereka sendiri dan siswa jadi lebih banyak bertanya jawab dalam menambah kosakata-kosakata baru.

Kendala yang mungkin dihadapi dalam kelas adalah siswa belum terbiasa mendengar percakapan bahasa Arab sehingga perlu waktu untuk menulis lagi apa yang mereka dengar. Terlebih bagi siswa yang belum memiliki dasar imla'.

Peran guru sebagai sumber materi dan memvalidasi data mereka sangat diperlukan dalam model belajar ini.

Dalam satu pertemuan 2x45 menit KD 3.1  dan 4.1 bisa diselesaikan langsung. Namun apabila Anda ingin menugaskan siswa untuk membuat video percakapan sebagaimana dalam video contoh, mungkin bisa memerlukan waktu sedikit lebih banyak.

Mungkin itu yang dapat saya bagikan kali ini, saran dan masukan dari Anda sangat bermanfat bagi saya.

Jika dirasa postingan kali ini bermanfaat, yuk share kepada guru bahasa Arab lainnya dan berkomentar di bawah jika ada yang ingin didiskusikan ya!

Terima kasih!

Baca selengkapnya »
Beranda

Like Facebook Page saya!